Cari Blog Ini

Jumat, 20 Januari 2012

Mengenal Epidemiologi


Epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.
Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan petujuk kepada para petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.
Seperti halnya dengan ilmu patologi, epidemiologi juga merupakan cabang ilmu yang integral dan memiliki deskripsi penanganan yang khas. Banyak data dan interpretasi yang harus disiapkan sehingga pengoleksian seluruh informasi dapat menghasilkan simpulan tentang suatu penyakit yang dipantau.
A. Terminologi Epidemiologi :
Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu:
Epi = yang berkaitan
Demos = masyarakat, daerah
Logos = ilmu
Jadi epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dalam masyarakat.
B. Sejarah Epidemiologi
Epidemiologi sudah berkembang pesat sejak zaman Yunani kuno. Ilmu ini sangat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat guna mencapai tujuan sosial-humanisme. Etape-etape epidemiologi adalah sebagai berikut:
1. Hippocrates, (circa 400 BCE): On Airs, Waters, and Places.
2. John Graunt (1620-1674): Natural and Political Observations on the Bills of Mortality
3. James Lind (1716-1794): A Treatise of the Scurvy in Three Parts
4. William Farr: Campaigning statistician
5. John Snow: On the Mode and Communication of Cholera
6. Joseph Golderberger (1874-1929)
Dari keseluruhan para ahli epidemiologi, John Snow lah yang dianggap sebagai Bapak Epidemiologi Modern.
C. Para filsuf yang berpengaruh besar bagi perkembangan epidemiologi :
1. Francis Bacon (1561-1704)
2. John Locke (1632-1704)
3. George Berkeley (1685-1753)
4. David Hume (1711-1776)
5. John Stuart Mill (1806-1873)
6. Karl Popper (1902-1992)
7. John Tukey (1915-2000)
E. Hal-hal penting dalam Epidemiologi :
1. Populasi yang didata kesehatannya
Penduduk sebuah area yang akan diambil data kesehatannya harus jelas. Apakah seseorang sakit atau tidak, riwayat kesehatannya dalam jangka waktu tertentu, jenis kelamin, semua data harus lengkap.
2. Study Population
Seorang petugas kesehatan harus mempelajari karakteristik masyarakat yang akan diambil data kesehatannya. Budaya makan, kegiatan apa yang sering dilakukan, mata pencarian, kebiasaan buruk, ekosistem tempat masyarakat tumbuh, dan lain sebagainya.
3. Observation (study sample)
Memang tidak keseluruhan populasi yang diambil datanya. Ini dikarenakan masalah waktu dan biaya yang tidak memungkinkan seluruh orang diperiksa. Maka dilakukan observasi dengan mengambil sampel beberapa penduduk yang dianggap mewakili kesehatan masyarakat.
F. Ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Epidemiologi :
1. Biologi
2. Sosiologi
3. Filosofi
4. Statistika
5. Biostatistika
6. Mikrobiologi
7. Imunologi
8. Kimia
9. Pediastric dan Geriatric

Mengenal epidemiologi    
pidemiologi diaartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Epidemiologi mencakup tiga hal pokok, yaitu:
1. Frekuensi masalah kesehatan
Frekuensi masalah kesehatan merujuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan, yaitu menemukan masalah kesehatan dan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan.
2. Penyebaran masalah kesehatan
Penyebaran masalah kesehatan merujuk pada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam, yaitu menurut ciri-ciri manusia (man), menurut tempat (place) dan menurut waktu (time).
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi artinya faktor penyebab dari ssuatu masalah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebaran, dan penyebab munculnya masalah kesehatan itu. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, dapat disusun langkah-langkah penanggulangannya.

Epidemiologi mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah kesehatan tersebut. Yang dimaksud dengan keadaan adalah perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat, dan waktu. Perpaduan yang seperti ini menghasilkan empat keadaan masalah kesehatan, yaitu:
a. Endemi
Endemic adalah terjadinya suatu masalah kesehatan yang umumnya dikarenakan penyakit, dengan frekuensi yang tetap pada suatu wilayah tertentu dalam waktu yang lama.
Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata). Bila infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah orang yang terinfeksi tidak bertambah secara eksponensial, suatu infeksi dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic steady state). Suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemi pada akhirnya akan lenyap atau mencapai keadaan tunak endemik, bergantung pada sejumlah faktor, termasuk virulensi dan cara penularan penyakit bersangkutan.
Dalam bahasa percakapan, penyakit endemik sering diartikan sebagai suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu. Sebagai contoh, AIDS sering dikatakan \"endemik\" di Afrika walaupun kasus AIDS di Afrika masih terus meningkat (sehingga tidak dalam keadaan tunak endemik). Lebih tepat untuk menyebut kasus AIDS di Afrika sebagai suatu epidemi.
b. Epidemi
Epidemic adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekuensi yang meningkat.
Epidemic bisa timbul dari masalah kesehatan baru yang menjangkiti suatu populasi manusia di suatu daerah, dalam suatu periode waktu tertentu, dengan laju yang melampaui perkiraan berdasarkan pengalaman mutakhir. Bisa juga masalah kesehatan yang telah lama ada tetapi pada suatu saat meningkat dengan cepat.
Dengan kata lain, epidemi adalah wabah yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga.
c. Pandemi
Pandemic adalah terjadinya suatu masalah kesehatan dengan frekuensi yang meningkat tinggi dalam waktu singkat dan mencakup suatu wilayah yang sangat luas. Menurut WHO, dikatakan sebagai suatu pandemic jika memenuhi ketiga syarat berikut:
1) Timbulnya penyakit bersangkutan merupakan suatu hal yang baru pada populasi bersangkutan
2) Agen penyebab penyakit menginfeksi manusia dan menyebabkan sakit serius
3) Agen penyebab penyakit menyebar dengan mudah dan berkelanjutan pada manusia
Suatu penyakit atau keadaan tidak dapat dikatakan sebagai pandemi hanya karena menewaskan banyak orang. Sebagai contoh, kelas penyakit yang dikenal sebagai kanker menimbulkan angka kematian yang tinggi namun tidak digolongkan sebagai pandemi karena tidak ditularkan.
d. Sporadic
Sporadic adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ada di suatu wilayah tertentu frekuensinya berubah-ubah menurut perubahan waktu.


























mengenal Epidemiologi


Epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.

Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan petujuk kepada para petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.

Seperti halnya dengan ilmu patologi, epidemiologi juga merupakan cabang ilmu yang integral dan memiliki deskripsi penanganan yang khas. Banyak data dan interpretasi yang harus disiapkan sehingga pengoleksian seluruh informasi dapat menghasilkan simpulan tentang suatu penyakit yang dipantau.

A. Terminologi Epidemiologi :

Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu:
Epi = yang berkaitan
Demos = masyarakat, daerah
Logos = ilmu

Jadi epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dalam masyarakat.

B. Sejarah Epidemiologi

Epidemiologi sudah berkembang pesat sejak zaman Yunani kuno. Ilmu ini sangat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat guna mencapai tujuan sosial-humanisme. Etape-etape epidemiologi adalah sebagai berikut:

1. Hippocrates, (circa 400 BCE): On Airs, Waters, and Places.
2. John Graunt (1620-1674): Natural and Political Observations on the Bills of Mortality
3. James Lind (1716-1794): A Treatise of the Scurvy in Three Parts
4. William Farr: Campaigning statistician
5. John Snow: On the Mode and Communication of Cholera
6. Joseph Golderberger (1874-1929)

Dari keseluruhan para ahli epidemiologi, John Snow lah yang dianggap sebagai Bapak Epidemiologi Modern.

C. Para filsuf yang berpengaruh besar bagi perkembangan epidemiologi :

1. Francis Bacon (1561-1704)
2. John Locke (1632-1704)
3. George Berkeley (1685-1753)
4. David Hume (1711-1776)
5. John Stuart Mill (1806-1873)
6. Karl Popper (1902-1992)
7. John Tukey (1915-2000)

E. Hal-hal penting dalam Epidemiologi :

1. Populasi yang didata kesehatannya
Penduduk sebuah area yang akan diambil data kesehatannya harus jelas. Apakah seseorang sakit atau tidak, riwayat kesehatannya dalam jangka waktu tertentu, jenis kelamin, semua data harus lengkap.

2. Study Population
Seorang petugas kesehatan harus mempelajari karakteristik masyarakat yang akan diambil data kesehatannya. Budaya makan, kegiatan apa yang sering dilakukan, mata pencarian, kebiasaan buruk, ekosistem tempat masyarakat tumbuh, dan lain sebagainya.

3. Observation (study sample)
Memang tidak keseluruhan populasi yang diambil datanya. Ini dikarenakan masalah waktu dan biaya yang tidak memungkinkan seluruh orang diperiksa. Maka dilakukan observasi dengan mengambil sampel beberapa penduduk yang dianggap mewakili kesehatan masyarakat.

F. Ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Epidemiologi :

1. Biologi
2. Sosiologi
3. Filosofi
4. Statistika
5. Biostatistika
6. Mikrobiologi
7. Imunologi
8. Kimia
9. Pediastric dan Geriatric












Mengenal Epidemiologi Penyakit Menular

Penyakit Menular Dan Penyakit Tidak MenularEpidemiologi Penyakit Menular
Ditinjau dari sudut epidemiologi, perlu diketahui dan dipelajari batasan, definisi, periodisitas dan dinamika penularan suatu penyakit agar tindakan dan penanganan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan baik.

1. Batasan dan Definisi

a. Infeksi
Masuk dan berkembangnya agen penyakit di dalam tubuh manusia atau binatang serta timbul reaksi tubuh terhadap agen penyakit.
b. Inokulasi (Inoculation)
Masuknya agen penyakit atau bibit yang berasal dari artropoda ke dalam tubuh manusia melalui gigitan pada kulit atau deposit pada membran mukosa.
Contoh: gigitan nyamuk aedes menyebabkan
demam berdarah dengue.
c. Infestasi (Infestation)
Masuknya artropoda pada permukaan tubuh manusia kcmudian berkembang biak disebut sebagai infestasi.
Contoh: penyakit skabies.
d. Kontaminasi
Agen penyakit terdapat di dalam makanan dan air yang digunakan oleh manusia.
e. Penyakit infeksius
Jenis penyakit yang berasal dan orang atau binatang yang menderita sakit atau mengalami infeksi.
f. Penyakit contagious
Jenis penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung dan orang sakit kepada orang sehat.
g. Penyakit menular
Jenis penyakit yang disebabkan oleh agen penyakit yang spesifik atau racun yang ciihasilkannya dan ditularkan melalui reservoar atau kontak tidak langsung mclalui vektor kepada orang.
h. Penyakit tidak menular
Ditujukan kepada jenis-jenis penyakit seperti tumor, jantung koroner, diabetes mellitus dan lain-lain.

2. Periodisitas Berjangkitnya Penyakit

a. Epidemik
Berjangkitnya suatu penyakit pada sekelompok orang di masyarakat dengan jenis penyakit, waktu dan sumber yang sama di luar keadaan yang biasa (Kejadian Luar Biasa).
Contoh: wabah
penyakit kolera.
b. Endemik
Suatu keadaan berjangkitnya prevalensi suatu jenis pcnyakit yang terjadi sepanjang tahun dengan frekuensi yang rendah di suatu tempat.
Contoh: penyakit malaria dan kaki gajah
c. Sporadik
Jenis penyakit yang tidak tersebar merata pada tempat dan waktu yang tidak sama, pada suatu saat dapat terjadi epidemik.
Contoh: penyakit poliomielitis
d. Pandemik
Jenis penyakit yang berjangkit dalam waktu cepat dan terjadi bcrsamaan di berbagai tempat di seluruh dunia.
Contoh: penyakit influenza (1957) dan cholera el for (1962).
e. Klaster
Jenis penyakit menular yang diderita oleh satu atau lcbih orang, ditularkan dengan cepat ke orang yang sehat mclalui hubungan darah (keluarga) atau kontak intim.
f. Eksotik
Jenis penyakit yang berasal dart negara lain dan berjangkit di suatu ncgara. Contoh: demam kuning.
g. Zoonosis
Penyakit atau infcksi yang ditularkan oleh hewan bertulang belakang ke manusia.
Contoh:
rabies, antraks, bovine thc.
h. Epizoonosis
Penyakit zoonosis yang berjangkit secara cpidetnik pada hewan. Contoh: penyakit pcs pada tikus.
i. Enzobnosis
Penyakit zoonosis yang berjangkit sccara endemik pada hewan. Contoh: penyakit bovine tbc pada sapi.
3. Dinamika Penularan Penyakit
Dinamika penularan penyakit dari sumber atau rescrvoar infeksi ke orang yang rentan.
Reservoar Infeksi
Merupakan tempat persinggahan agen penyakit untuk hidup dan berkembang scrta bertahan hidup, dikenal ada 2 tipe reservoar, yaitu pada manusia dan hewan.
a. Reservoar pada Manusia
Pada peneakit menular, sumber infeksi berasal dari orang yang sedang mengalami infeksi dapat berupa kasus atau karier.
Kasus dapat berbentuk subklinis dan klinis. Pada kasus subklinis, tidak diketemukan gejala penyakit atau bersifat asimtomatis tetapi berpotensi untuk menularkan infeksi kepada orang lain.
Contoh: penyakit poliomielitis
Karier terjadi karma proses penyembuhan tidak sempurna dan secara bakteriologis agen penyakit masih ada dalam tubuh. Contohnva pada penyakit demam tifoid.
b. Reservoar hewan
Sumber infeksi dapat berasal dart hewan atau burung clan berupa kasus atau karier seperti pada manusia.
Referensi
Ilmu Kedokteran Pencegahan Komunitas, Oleh Dr. Budiman Chandra

Artikel Terkait:

  • 12 April 2011 -- Faktor Penyebab Seseorang Terkena Kanker
    MENGAPA seseorang terkena kanker? Seseorang terkena kanker oleh karena tubuhnya mewarisi gen kanker. Terjadi genetic error pada gen dalam selnya. Gen yang memerintahkan sel berbiak terus terpicu un...
  • 5 April 2011 -- Pencegahan Terhadap Infeksi Toxoplasma Pada Wanita Hamil
    Pengelolaan untuk Wanita HamilWanita hamil yang terinfeksi Toxoplasma memerlukan pemeriksaan laboratorium yang belum banyak dilaksanakan di klinik-klinik pemeriksaan kehamilan. Akibatnya, biaya rege...
  • 4 August 2011 -- Kiat Hidup Sehat Mencegah Jantung Koroner
    Hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit jantung adalah sebisa mungkin selalu berupaya meniadakan semua unsur perusak dalam tubuh. Meniadakan faktor risiko genetika maupun faktor risiko y...
  • 4 August 2011 -- Jantung Koroner: Faktor Risikonya
    Jenis kelamin. Wanita mempunyai faktor risiko terkena serangan penyakit jantung lebih rendah daripada pria. Penyakit jantung koroner jarang terjadi pada wanita premenopause, kecuali apabila terdapat f...
  • 17 July 2011 -- 7 Masalah Kesehatan Lingkungan Di Indonesia
    Tingkat pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi nilai ambang batas normal terutama di kota-kota besar akibat gas buangan kendaraan bermotor. Selain itu, hampir setiap tahun asap tebal meliputi wi...

Kamis, 19 Januari 2012

Di mana ALLAH SWT ???

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh …..



Alqur'an didalam mengungkapkan suatu masalah yang konkrit, misalnya hukum rajam, hukum jinayat, hukum waris, hukum syariat mu'amalat, dijelaskan Dengan kalimat yang bukan majaz ... yaitu muhkamat artinya sudah jelas, tidak perlu ditafsirkan lagi.seperti shalatlah kamu, dan bayarlah zakat , dst...



Akan tetapi kalau sudah mencakup persoalan ghaib ... tentang Allah, syurga, dan neraka, ... serta perasaan, maka Alqur'an menggunakan kalimat perumpamaan ... metafora ... yang biasa disebut mutasyabihaat..



Ada kelemahan bahasa manusia jika mengungkapkan rasa, sehingga Rasulullah ketika menjelaskan masalah syurga-pun tidak menjelaskan keadaan sebenarnya ... beliau hanya memberikan gambaran bahwa syurga itu indah dan nikmat, dibawahnya ada air susu dan madu mengalir, ada buah-buahan ,korma, anggur dan arak....setelah itu beliau memberikan penjelasan ... keadaan syurga itu tidak pernah terdengar oleh telinga ... tidak bisa terbayangkan oleh Pikiran ... dan tidak pernah terlintas dihati. Artinya bukan seperti apa yang digambarkan oleh Rasulullah ... (lihat gambaran syurga dalam surat Yaasin ayat:55-57)



Bagaimana Rasulullah akan menjelaskan sesuatu, atau keadaan yang didunia Ini tidak ada. Bagaimana beliau akan memperbandingkan sesuatu yang tidak ada didunia. Apa jadinya kalau syurga itu seperti apa yang telah kita bayangkan tadi ... mirip dengan apa yang kita rasakan ... Hal ini juga terjadi kepada kita, ketika dihadapkan persoalan ungkapan rasa misalnya, hatiku telah bersemi lagi ... mendidih rasa hatiku tatkala melihat orang kafir itu membantai kaum muslim Bosnia ... perampok itu tergolong pembunuh berdarah dingin .... dan banyak lagi ungkapan rasa yang tidak tertampung dan terwakili oleh kosa kata bahasa verbal ....



Namun demikian, kita sudah memahami maksudnya tanpa harus menafsirkan kalimat tersebut, sebab kalau kita mencoba menafsirkan ungkapan itu maka akan terjadi kesalah fahaman yang pasti akan menyimpang, sehingga wajarlah Rasulullah tidak pernah menafsirkan atau memberikan keterangan hal tersebut berupa 'foot note' dalam Alqur'an, sebab para sahabat sudah mengerti Maksudnya tanpa harus bertanya apa maksudnya. Misalnya ada orang berkata " saya mau pergi ke rumah sakit" pasti anda tidak akan mengernyitkan mata karena bingung..khan ? Jangan ditafsirkan dengan mengatakan "rumah kok sakit"



Begitu pula tentang keberadaan Allah bahkan wujud Allah ... Allah Mempergunakan kalimat mutasyabihat dalam menerangkan keadaan diri-Nya, seperti dalam firman-Nya :



" ... Allah adalah cahaya langit dan bumi" (QS. An Nur: 35)

" ... hai iblis apakah yang menghalangi kamu bersujud kepada yang telah Ku Ciptakan dengan kedua tangan-Ku ..." (QS. As Shaad:75)

"maka Allah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari..." (QS. Al Fushilat 12)

" ... Allah meliputi segala sesuatu" (QS. Al Fushilat 54)

"Dan Dia lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan singgasana-Nya sebelum itu berada diatas air" (QS. Al Hud:7)



Didalam buku Berguru Kepada Allah pada 'Bab Membuka Hijab', telah saya tulis & jelaskan tentang pertanyaan dimana, dan seperti apa Allah swt ?



Firman Allah:



"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku ini dekat ..." (QS. Al Baqarah :186)

".. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya" (QS. Qaaf:16)

" ... ingatlah bahwa sesungguhnya Dia maha meliputi segala sesuatu" (QS. Al Fushilat 54)

" ... kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah .. "(QS. Al Baqarah:115)



Sangat jelas bagi kita, bahwa ungkapan-ungkapan mutasyabihat diatas, dimengerti bukan untuk ditafsirkan, melainkan sebagai batasan fikiran melalui konsepsi manusia. Bukan hal yang sebenarnya, sebab Allah tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu (QS. As syura: 11), bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata manusia dan tidak bisa dijangkau oleh fikiran manusia akan tetapi Allah Maha Melihat segala yang kelihatan (QS. Al An'am : 102-103)



Seperti yang pernah saya katakan, bahwa Allah mentasybihkan dan meminjam kata-kata yang dimiliki manusia untuk memudahkan berdialog dan memberikan pengertian dalam bentuk bahasa manusia dan ilmu, sebab kalau kita menterjemahkan dengan kata sebenarnya maka akan ada benturan-benturan yang saling bertentangan ...



Mari kita perhatikan firman Allah dibawah ini:



"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan singgasananya sebelum itu berada diatas air" (QS. Hud :7)



"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada diantara mereka dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam diatas singgasana-Nya"(QS. Sajdah :4)



Bukankah syirik, untuk memberikan tafsiran yang menggambarkan bahwa Allah memerlukan singgasana dan bahwa singgasana itu seakan-akan terapung diatas air dan juga seakan-akan Allah sesudah membuat langit dan bumi berserta isinya naik kembali ke tahta-Nya ?




Alangkah anehnya, jika dikatakan Allah dalam menciptakan langit dan bumi beserta isinya memerlukan waktu enam hari/masa ? Padahal bumi dan matahari belum tercipta! Apa yang menjadi patokan waktu, ... padahal ruang pun tidak ada. Namun demikian, saya akan sedikit berikan gambaran masalah penciptaan alam dan persoalan waktu ...



Bilamana maha ledakan (big bang) itu terjadi ? Dari pengetahuan kita mengenai kecepatan berkembangnya alam semesta, diperkirakan peristiwa itu terjadi antara sepuluh sampai lima belas miliar atau ribu juta tahun yang lalu. Kemudian, dari keliling kosmos dan umurnya, dapat dihitung kembali suhu alam semesta sesaat sesudah ledakan itu terjadi. Diperkirakan pada saat itu suhu kodmos melebihi seratus juta juta juta juta derajat, karena kerapatan materi yang sangat tinggi pula. Orang tidak pula dapat menamakan keadaan alam semesta pada waktu itu. Kerapatan tinggi pada suhu rendah membentuk benda padat, kerapatan rendah pada suhu tinggi membentuk gas, tetapi kerapatan materi yang sangat tinggi yang dibarengi dengan suhu yang sangat tinggi, ilmuwan pun tidak tahu keadaannya kecuali menamakannya sebagai "sop kosmos" suatu fluida.



Inilah yang disebut dalam ayat 7 surat Hud dengan "air". Kata-kata " singgasana-Nya berada diatas air (sebelum bumi dan langit diciptakan), oleh karena mengandung makna bahwa pemerintahan atau peraturan Allah ditegakkan atas fluida kosmos itu. Pada saat itu materi beserta ruang kosmos sudah diatur oleh Allah. dan mereka mengikuti serta tunduk pada peraturan-peraturan itu, jadi pada saat diciptakan alam semesta, Allah telah menetapkan berlakunya hukum-hukum alam sebagai sunnatullah Dengan erlakunya hukum-hukum alam ini maka semua makhluk, baik ruang kosmos, atom molekul, partikel dan seluruh materi yang tersusun sebagai benda mati atau hidup, matahari, bumi, bintang dan sebagainya, berjalan sepanjang waktu sesuai dengan ketetapan hukum-hukum tersebut, ... tidak satupun yang menyimpang kecuali izin Allah.



Kitapun dapat mengerti apa makna yang terkandung dalam surat Sajadah ayat 4, dimana dinyatakan bahwa setelah melewati fase 'sop kosmos', Allah menciptakan langit dan bumi beserta segenap isinya, dalam enam hari dan menegakkan kekuasaan atau pemerintahan-Nya sekaligus sejak awal penciptaan.



Kita semua mengetahui apa yang disebut ruang secara intuitif, yaitu suatu volume berdimensi tiga yang dapat ditempati oleh suatu benda. Tiap benda didalam ruang itu mempunyai tempat yang dalam ilmu pengetahuan alam, ditunjukkan oleh apa yang disebut koodinat ruang. Kita juga mengetahui apa yang dimaksud dengan kata-kata waktu, ... ia memberikan urutan ketika berlangsung gejala gejala di dunia ini ... "kemarin" mendahului "sekarang", dan "sekarang" lebih awal dari "besok". Didalam sains, kita mengatakan bahwa gejala-gejala itu membuat koordinat waktu. jadi semua gejala alamiah memiliki koordinat ruang dan waktu, karena mereka terjadi pada tempat-tempat dan pada urutan waktu masing-masing. Orang mengatakan bahwa gejala-gejala alam itu berjalan melalui kontinuum ruang dan waktu, sebab orang beranggapan bahwa suatu gejala diikuti oleh gejala-gejala lanjutannya dalam suatu rangkaian yang tak terputus, berlanjut atau kontinu. Kecuali itu pengertian kontinuum ruang-waktu mengandung makna, bahwa ruang dan waktu merupakan satu kebulatan yang tak terpisah satu sama lain.



Kalau dulu waktu yang lamanya satu detik 'disini' dianggap sama panjang dengan 'disana' dalam semesta ini, sekarang terbukti tidak demikian halnya. Apabila seorang astronot membawa pencatat waktu kesebuah planet diangkasa, bintang yang sangat dekat misalnya, ... atau membawanya dalam pesawat ruang angkasa yang super cepat, misalnya dengan tingkat laju yang mendekati kecepatan cahaya, maka pencatat waktu yang identik yang berada dibumi akan dapat menunjukkan dengan mudah satu detik pada astronot itu lebih lama jangka waktunya dibanding satu detik dibumi. Kenyataaan yang baru ditemukan dan dipahami para ilmuwan dalam abad ke 20, sebenarnya telah disebut dalam Alqu'an pada ayat 5 surat As Sajdah :



"Dia mengatur perintah dari langit sampai ke bumi, kemudian para malaikat naik menghadap pada-Nya dalam satu hari yang ukuran lamanya sama dengan seribu tahun menurut perhitunganmu"



Mudah-mudahan kita diberi kefahaman atas ilmu-ilmu_Nya yang tersembunyi maknanya



Untuk lebih jelasnya coba anda ulangi membaca buku Berguru Kepada Allah pada Bab Membuka Hijab, disitu dijelaskan "dimana Allah dan apa itu zat"



Wassalam,

3 JENIS PENELITIAN EPIDEMIOLOGI


3 JENIS PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

Ø    Penelitian Crosectional
Adalah rancangan studi epidemiologi yg memepelajari hubungan penyakit dan paparan (faktor penelitian) dengan cara mengamati status paparan dan penyakit dalam waktu serentak pada individu-individu dari populasi tunggal, pada satu saat atau tahun yg sama.
Ciri-ciri Crosectional :
1.     Mendeskripsikan penelitian
2.     Penelitian ini tidak terdapat kelompok pembanding
3.     Hubungan sebab akibat hanya merupakan sebab-akibat
4.     Penelitian ini menghasilkan hipotesis
5.     Merupakan penelitian pendahuluan dari penelitian analitis
Kelebihan Crosectional :
1.     Dapat dilakukan dengan hanya sekali pengamatan
2.     Lebih murah di banding dengan penelitian lainnya
3.     Berguna untuk informasi perencanaan
4.     Untuk mengamati kemungkinan hubungan berbagai variabel yg ada.
Kekurangan Crosectional :
1. Tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan yg terjadi dengan
     berjalannya waktu.
2. Informasi yg diperoleh tidak mendalam sehingga sering kali masalah
     kesehatan yg dicari tdk diperoleh



Langkah-langkah Crosectional :
1.   Seperti halnya pada berbagai penelitian lain, penelitian crosectional harus mempunyai tujuan yang jelas, dana, dan fasilitas yang tersedia serta bagaimana hasil penelitian akan mempunyai daya guna.
2.   Kemudian ditentukan penduduk  yg memungkinkan untuk diteliti sesuai dengan tujuan penelitian.
3.   Selanjutnya ditentukan pula jenis data yg akan dikumpulkan, termasuk penentuan variabel sebagai faktor resiko, maupun faktor lainnya.
Tabel Analisis Crosectional

Ø  Penelitian Case Control
Case control adalah rancangan studi epidemiologi yg mempelajari hubungan  antara paparan (faktor penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kontrol status paparannya.
Ciri2 penelitian case control
1.     Penelitian yg bersifat observasional
2.     Diawali dengan kelompok penderita dan bukan penderita
3.     Terdapat kelompok kontrol
4.     Kelompok kontrol harus memiliki risiko terpajan oleh faktor risiko yg sm dengan kelompok kasus.
5.     Membandingkan besarnya pengalaman terpajan oleh faktor risiko antara kelompok kasus dan kontrol.
6.     Tidak mengukur insidensi
Kelebihan Case Control :
1.     Sangat sesuai dengan penelitian  penyakit yg jarang terjadi atau penyakit yg kronik
2.     Relatif cepat dan tdk mahal
3.     Relatif efisien, memerlukan waktu yg kecil
4.     Sedikit masalah pengurangan  periode investigasi.
Kelemahan Case Control
1.     Tidak dapat incidence Rate
2.     Sangat sulit memperoleh informasi biar periode terlalu lama.
3.     Alur metodologi inferensi kausal yang
          bertentangan dengan logika normal.
4.     Rawan terhadap bias
5.     Tidak cocok untuk paparan langka
6.     Tidak dapat menghitung laju insidensi
7.     Validasi informasi yang diperoleh sulit dilakukan
8.     Kelompok kasus dan kontrol dipilih dari dua populasi yang terpisah
Langkah-langkahnya :
1.   Kriteria Pemilihan Kasus :
o     Kriteria Diagnosis dan kriteria inklusi harus dibuat dengan jelas.
o     Populasi sumber kasus dapat berasal dari rumah sakit atau populasi/masyarakat .
2.   Kriteria Pemilihan Kontrol :
o     Mempunyai potensi terpajan oleh faktor risiko yang sama dengan kelompok kasus
o     Tidak menderita penyakit yang diteliti
o     Bersedia ikut dalam penelitian






Tabel Analisis Case Control :
Perhitungan ODD Ratio :
                               case                   control
a
b
c
d
exposure+                                                                       a+b
exposure-                                                                        c+d
                                      a+c                     b+d

Ø     Penelitian Kohort
          Adalah rancangan penelitian epidemiologi analitik observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit.
Ciri-ciri Penelitian Kohort :
1.     Bersifat observasional
2.     Pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat
3.     Disebut sebagai studi insidens
4.     Terdapat kelompok kontrol
5.     Terdapat hipotesis spesifik
6.     Dapat bersifat prospektif ataupun retrospektif
7.     Untuk kohor retrospektif, sumber datanya menggunakan data sekunder
Kelebihan Penelitian Kohort :
1.     Kesesuaian dengan logika normal dalam membuat inferensi kausal
2.     Dapat menghitung laju insidensi
3.     Untuk meneliti paparan langka
4.     Dapat mempelajari beberapa akibat dari suatu paparan

Kekurangan Penelitian Kohort :
1.     Lebih mahal dan butuh waktu lama
2.     Pada kohort retrospektif, butuh data sekunder yang lengkap dan handal
3.     Tidak efisien dan tidak praktis untuk kasus penyakit langka
4.     Risiko untuk hilangnya subyek selama penelitian, karena migrasi, partisipasi rendah atau meninggal

Langkah-langkahnya :
1.     Merumuskan pertanyaan penelitian.
2.     Penetapan populasi kohort.
3.     Penetapan Besarnya sampel.
4.     Pencarian sumber keterpaparan.
5.     Pengidentifikasian  subyek.
6.     Memilih kelompok control.
7.     Pengamatan hasil luaran.
8.     Perhitungan hasil penelitian.
Tabel Analisis Kohort :
Perhitungan Relative Risk
                                     Outcome+        outcome-            
a
b
c
d
Exposure+

Exposure-
                                         a+c                  b+d